Mukallaf melaksanakan shalat Jum’at

Di antara syarat syah shalat Jum’at menurut kitab Fathul qarib yaitu harus mukallaf. Juga Mukallaf melaksanakan shalat Jum’at harus berjumlah 40 orang, yang 40 orang ini harus memenuhi 4 kriteria. Yaitu mukallaf, kemudian lelaki, terus merdeka, selanjutnya syarat yang terakhir dari 40 orang itu harus bertempat tinggal tetap.

Kemudian syarat wajib shalat Jum’at menurut kitab Fathul qarib ada 7 hal;
(فصل)(وشرائط وجوب الجمعة سبعة اشياء الإسلام والبلوغ والعقل)..الخ

1.wajib bagi setiap orang yang beragama Islam.
2.sudah mencapai masa baligh, adapun di antara tanda baligh dari pada laki-laki, menurut kitab safinatunnajah yaitu ketika sudah mencapai usia 15 tahun.

3.harus berakal normal. Syarat yang ketiga ini berlaku bukan hanya untuk shalat Jum’at saja. Akan tetapi berlaku juga untuk shalat selain shalat Jum’at, seperti shalat fardhu Maghrib, dan juga berlaku untuk shalat Sunnah.


4.orangnya harus merdeka.
5.dalam kondisi sehat.

6.mukim, yang di maksud dengan mukim ialah orang yang bertempat tinggal tetap. Yaitu orang yang tidak berpindah ke suatu tempat karena musim hujan, atau musim kemarau. Terkecuali keluar sebentar karena suatu keperluan.

Kemudian syarat syah shalat Jum’at ada 3, yaitu;

1.ada tempat untuk dilaksanakan shalat Jum’at.

2.yang hadir pada shalat Jum’at tersebut harus ada 40 orang, atau lebih, jadi yang 40 orang ini harus memenuhi 4 kriteria yaitu mukallaf, lelaki, merdeka, dan juga bertempat tinggal tetap.

3.di kerjakan nya harus di lakukan pada waktu Dzuhur.

Selanjutnya fardhu dari pada shalat Jum’at ada 3, yang pertama dan kedua ialah dua khutbah. Kemudian yang ketiga adalah ialah shalat Jum’at nya harus dua raka’at, dan juga harus berjamaah.

Kesimpulan dari penjelasan Mukallaf melaksanakan shalat Jum’at menurut kitab Fathul qarib.

seperti yang telah jelaskan sebelumnya bahwa di antara syarat syah shalat Jum’at ialah harus berjumlah 40 orang yang hadir atau lebih. Selain itu juga yang 40 orang ini harus termasuk dalam kategori mukallaf, kemudian lelaki, dan lain sebagainya.

https://tokopedia.link/Hm0HVKR68pb

Jamak taqdim dalam shalat

Selain qashar keringanan bagi seorang musafir ialah jamak, arti dari pada jamak “mengumpulkan”. Jamak dalam shalat terbagi dua yaitu jamak taqdim, dan juga jamak ta’khir. Namun yang akan di bahas di sini ialah Jamak taqdim dalam shalat.

Contoh jamak taqdim seperti mengumpulkan, atau melaksanakan shalat Dzuhur dan ashar, pada waktu Dzuhur. Jadi shalat ashar di kerjakan nya bukan pada waktu ashar, akan tetapi di kerjakan nya dalam waktu Dzuhur. Kemudian juga shalat yang bisa di jamak taqdim kan ialah antara shalat Maghrib, dan shalat isya.

Jamak taqdim dalam shalat

Syarat Jamak taqdim dalam shalat ada 3 menurut kitab Fathul qarib.

1.jika yang di jamak taqdim kan antara Dzuhur dan ashar, maka yang harus terlebih dahulu dikerjakan ialah shalat Dzuhur. Setelah selesai mengerjakan shalat Dzuhur kemudian kerjakan shalat ashar, kemudian jika yang di jamak taqdim kan antara Maghrib dan isya. Maka yang harus di kerjakan terlebih dahulu ialah shalat Maghrib, kemudian shalat isya.

Namun jika mengerjakan nya secara terbalik maka tidak syah jamak taqdim nya, harus di ulangi lagi. Misalnya mengerjakan shalat ashar terlebih dahulu, kemudian mengerjakan shalat Dzuhur.

2.niat menjamak shalat ketika takbiratul ihram, pada shalat pertama. Namun juga syah niat jamak di pertengahan shalat yang pertama menurut pendapat ulama yang lain.

3.antara shalat pertama dan juga kedua tidak boleh di pisahkan oleh waktu yang lama. Meskipun itu dalam keadaan u’dzur menurut adat, seperti tidur. Namun jika di pisahkan oleh waktu yang lama maka wajib mengerjakan shalat yang kedua pada waktu nya shalat yang kedua.

Adapun perbedaan antara jamak taqdim dan juga jamak ta’khir ialah, jika jamak taqdim mengumpulkan shalat yang pertama dan juga kedua. Misalnya antara shalat Dzuhur dan juga shalat ashar, Namun di kerjakan nya pada waktu shalat yang pertama, kemudian jika jamak ta’khir ialah mengumpulkan antara shalat yang pertama, dan kedua. Akan tetapi di kerjakan nya pada waktu shalat yang kedua.

https://tokopedia.link/Hm0HVKR68pb

Syarat musafir mengqashar shalat

Shalat yang boleh di qashar ialah cuma Shalat yang jumlah raka’at nya 4, seperti shalat Dzuhur, dan lain sebagainya. Adapun shalat yang jumlah nya 2 raka’at, atau 3 raka’at itu tidak syah di qashar, menurut kitab Fathul qarib. Dan juga qashar shalat ini cuman berlaku untuk musafir, kemudian shalat yang syah di qashar, ketika memenuhi syarat. Di antara Syarat musafir mengqashar shalat ialah perjalanan nya bukan untuk maksiat.

Syarat musafir mengqashar shalat

Syarat musafir mengqashar shalat jumlahnya ada 5, yaitu;

1.seorang musafir dalam perjalanan nya bukan tujuan untuk bermaksiat, kemudian dalam melakukan suatu perjalanan terbagi dalam 4 sifat. Yang pertama sifat nya wajib, seperti melakukan suatu perjalanan, karena untuk membayar hutang, dan lain sebagainya.

Kemudian sifat yang kedua ialah Sunnah, seperti melakukan perjalanan, bertujuan untuk bersilaturahmi. Atau yang sifatnya mubah, seperti melakukan perjalanan karena bertujuan untuk berdagang, dan lain sebagainya. Selanjutnya yang terakhir ialah sifat nya haram, seperti melakukan perjalanan untuk mencuri. Atau melakukan perjalanan untuk berjudi, atau berzina, dan lain sebagainya.

Di antara perjalanan 4 sifat tadi (sifat wajib, Sunnah, mubah, dan haram) yang termasuk dalam syarat syah nya mengqashar, cuma sifat, yaitu sifat wajib, sifat mubah, dan juga sifat Sunnah.

2.jarak perjalanan yang di tempuhnya harus sekitar 48 mil, jarak tersebut ialah hanya jarak berangkat, tidak di hitung dengan pulang nya. Namun jaraknya kurang dari 40 mil, maka tidak syah mengqashar shalat menurut kitab Fathul qarib. Adapun jarak 1 mil jika di hitung dengan langkah kaki ialah 4000 langkah, sedangkan persatu langkah itu jaraknya 3 telapak kaki.

3.shalat yang di qashar, yang jumlahnya raka’at nya 4, bukan termasuk dalam shalat qadha.

4.seorang musafir yang hendak mengqashar shalat, dalam berniat mengqashar shalat, harus di sertai dengan takbiratul ihram.

5.seorang musafir yang mengqashar shalat nya, ketika hendak melaksanakan sebagian dari pada shalat nya, tidak boleh bermakmum kepada orang yang melaksanakan shalat nya dengan sempurna (muqim).

https://tokopedia.link/s8lUutgG7pb

Haram shalat bagi junub

Di antara hal yang tidak boleh di lakukan bagi setiap orang yang memiliki hadas besar, menurut fiqih ialah haram thawaf. Kemudian juga Haram shalat bagi junub (orang yang mempunyai hadas besar). Adapun penyebab dari pada hadas besar ialah keluar nya cairan air mani dari kemaluan, entah itu di sengaja ataupun tidak di sengaja.

Haram shalat bagi junub

Kemudian yang menyebabkan junub ialah bersenggama (bertemu nya dua alat kelamin pria dan wanita). Terus haid bagi wanita, dan lain sebagainya, adapun untuk menghilangkan hadas besar tersebut ialah harus mandi junub.

Adapun hal yang tidak boleh di lakukan oleh orang ketika sedang junub, menurut kitab safinatunnajah ada 6 hal yang tidak boleh di lakukan oleh orang tersebut.

1.Haram shalat bagi junub.

Entah itu shalat fardhu yang jumlahnya 5 waktu, ataupun Shalat Sunnah, seperti shalat tarawih, kemudian tahajud, dan lain sebagainya.

2.ketika sedang junub haram thawaf, entah itu thawaf yang hukumnya fardhu, atau pun thawaf Sunnah.

3.haram menyentuh mushaf (kertas atau sejenisnya yang ada tulisan Al-Qur’an).

4.haram membawa mushaf.
5.berdiam di dalam masjid.
6.yang terakhir hal yang tidak boleh di lakukan oleh orang junub ialah membaca Al-Qur’an.

ويحرم على الجنب ستة أشياء الصلاة والطواف ومس المصحف وحمله واللبث فى المسجد وقراءة القرآن

Penyebab mandi junub.

1.bersenggama (bertemu nya dua alat kelamin laki-laki dan perempuan).

2.keluar air mani dari kemaluan, entah itu secara di sengaja ataupun tidak di sengaja.

3.orang yang meninggal, terkecuali mati syahid.
4.menstruasi (haid), bagi perempuan.
5.nifas untuk perempuan.
6.wiladah.

Nah itulah penyebab dari pada junub menurut kitab Fathul qarib. Untuk menghilangkan junub (hadas besar) tersebut harus dengan mandi wajib. Kemudian arti dari kata mandi dalam segi bahasa ialah mengalirkan air pada hal apapun.

Kemudian penyebab mandi junub yang 6 ini terbagi dua, yang pertama terjadinya khusus untuk perempuan yang jumlahnya 3 yaitu haid, nifas, dan juga melahirkan. Terus yang kedua terjadi pada laki-laki dan perempuan yang jumlahnya 3 yaitu bersenggama, keluar air mani, orang meninggal.

https://tokopedia.link/YT528H945pb

Shalat Sunnah menurut fiqih

Shalat bagi seorang muslim menurut ilmu fiqih terbagi dua yaitu shalat fardhu yang 5 waktu. Hukum mengerjakan Shalat fardhu wajib bagi setiap muslim, kemudian yang kedua ialah Shalat Sunnah menurut fiqih.

Shalat Sunnah menurut fiqih

Contoh seperti shalat Sunnah Dhuha, untuk waktu nya di mulai dengan naiknya matahari. Jumlah raka’at nya bisa 2 raka’at, itu paling sedikit, atau maksimal nya 12 raka’at. Kemudian yang termasuk shalat Sunnah ialah shalat rawatib (shalat yang di lakukan sebelum, atau setelah shalat fardhu).

Jumlah raka’at rawatib muakkad (sangat di anjurkan) Shalat Sunnah menurut fiqih.

Jumlah raka’at shalat rawatib muakkad dalam satu hari satu malam selain hari Jum’at itu ada 10 raka’at, yang 10 ini dalam waktu nya terbagi 5 yaitu dua raka’at sebelum shalat subuh, kemudian 2 raka’at sebelum shalat Dzuhur, terus 2 raka’at setelah shalat Dzuhur, selanjutnya sesudah shalat Maghrib 2 raka’at, kemudian yang terakhir 2 raka’at setelah melaksanakan shalat isya.

Perbedaan antara shalat fardhu dan shalat Sunnah bagi seorang muslim ialah. Jika shalat fardhu di kerjakan maka mendapatkan pahala, namun jika shalat fardhu di tinggal kan (tidak di laksanakan), maka mendapatkan dosa. Kemudian shalat Sunnah ialah jika di kerjakan mendapatkan pahala, ketika tidak di kerjakan tidak dapat pahala, dan juga tidak mendapatkan dosa.

Wajib shalat bagi orang yang sudah memenuhi 3 kriteria yaitu;

1.beragama islam, agama ini merupakan salah satu agama terbesar di Indonesia. Jadi shalat hanya di lakukan oleh orang yang beragama Islam, sebab di antara kewajiban seorang muslim ialah melaksanakan shalat fardhu.

2.yang sudah mencapai batas baligh, bagi laki-laki, dan juga perempuan. Maka shalat tidak di wajibkan bagi yang belum mencapai batas baligh. Seperti anak berusia 4 tahun, itu tidak wajib shalat, sebab belum mencapai batas baligh, ini menurut madzhab dari pada imam Syafi’i.

3.orang yang memiliki akal sehat (normal), maka shalat tidak wajib bagi orang yang tidak memiliki akal sehat Seperti orang gila.

https://tokopedia.link/YT528H945pb

Waktu Fadhilah dalam ashar

Menurut ilmu fiqih dalam kitab Fathul qarib bahwa Waktu Fadhilah dalam ashar ialah di lakukan pada awal waktu. Sebab dalam shalat ashar terbagi 5 waktu yaitu waktu fadhilah, kemudian waktu jawaz, kemudian waktu tahrim.

Adapun tanda mula masuknya waktu shalat ashar ialah di tandai dengan bayangan melebihi bendanya. Misalnya waktu ashar untuk wilayah Garut pada tanggal 17 mei 2022 ialah pukul 15:09.

Waktu Fadhilah dalam ashar
Shalat ashar terbagi 5 waktu.

1.Waktu Fadhilah dalam ashar, yaitu melaksanakan shalat ashar nya di lakukan pada awal waktu.

2.waktu ikhtiar, adapun tanda habis waktu ikhtiar yaitu di tandai dengan bayangan melebihi dua kali lipat dari pada bendanya.

3.jawaz makruh, yaitu waktu yang boleh di pakai untuk shalat ashar cuma hukum nya makruh. Waktu ashar yang jawaz makruh ialah di tandai dengan matahari kekuning-kuningan, kemudian waktu habisnya yaitu sampai terbenam.

4.jawaz tidak makruh, untuk waktu nya yaitu di mulai dengan bayangan melebihi dua kali lipat dari pada benda nya. Untuk akhir waktu nya yaitu di tandai dengan kekuning-kuningan matahari.

5.waktu yang haram, yaitu melaksanakan shalat ashar pada akhir waktu, sampai dengan waktu yang tidak cukup untuk membuat shalat ashar.

Shalat isya terbagi dua waktu;

1.waktu ikhtiar, untuk habis nya isya dalam waktu ikhtiar tersebut ialah sampai dengan sepertiga malam.
2.waktu jawaz, yang termasuk shalat isya pada waktu jawaz ialah di mulai dari sepertiga malam sampai dengan terbitnya fajar.

Yang di maksud dengan fajar di sini ialah fajar Shadiq, yaitu cahaya yang membentang terang di ufuk. Sebab di antara fajar ada yang termasuk fajar Shadiq dan juga fajar kadzib, adapun perbedaan di antara keduanya ialah.

Jika fajar Shadiq seperti yang telah di jelaskan sebelumnya yaitu cahaya yang membentang terang di ufuk. Kemudian jika fajar kadzib ialah cahaya yang terbit sebelum fajar Shadiq, yaitu cahaya yang memanjang di ufuk. Jika fajar Shadiq cahaya nya bukan memanjang, akan tetapi membentang di ufuk.

Makruh tahrim dalam shalat

Yang di maksud dengan Makruh tahrim dalam shalat menurut ilmu fiqih. Yaitu shalat Sunnah yang tidak boleh dilakukan di waktu tertentu, sebab hukum mengerjakan nya ialah makruh. Juga makruhnya termasuk dalam kategori makruh tahrim (makruh dosa). Sebagaimana imam Nawawi menjelaskan dalam kitab nya (kitab Raudhah, dan syarah muhadzab.

Makruh tahrim dalam shalat

Ada 5 waktu yang Makruh tahrim dalam shalat menurut kitab Fathul qarib.

1.shalat Sunnah yang tidak ada sebab, yang di laksanakan setelah shalat subuh, sampai dengan terbitnya matahari. Namun jika shalat setelah shalat subuh memiliki sebab, seperti shalat gerhana, atau shalat istisqa, maka shalat dalam waktu tersebut di perbolehkan.

2.melaksanakan shalat dalam waktu matahari terbit sampai dengan matahari tersebut naik sepenggal menurut pandangan mata.

3.shalat ketika matahari istiwa, sampai dengan tergelincir matahari, selain hari Jum’at, yang di maksud dengan matahari istiwa ialah matahari tersebut posisi nya tepat di tengah langit

Namun jika melaksanakan shalat pada waktu tersebut (matahari istiwa, sampai dengan tergelincir) di hari Jum’at. Maka shalat tersebut hukumnya bukan Makruh tahrim. Demikian juga di tanah suci Makkah melaksanakan shalat dalam waktu tersebut hukum nya tidak makruh tahrim.

4.kemudian shalat yang hukumnya makruh tahrim, yaitu shalat yang di kerjakan setelah shalat ashar, sampai dengan terbenamnya matahari.

5.mengerjakan shalat pada waktu matahari terbenam, sampai dengan matahari tersebut terbenamnya dengan sempurna.


Shalat Sunnah selain rawatib yang sangat di anjurkan.

1.shalat malam, sebab shalat mutlak (hanya shalat Sunnah) yang di lakukan pada malam hari itu lebih utama dari pada di lakukan di siang hari. Kemudian mengerjakan shalat Sunnah di tengah malam itu lebih utama dari pada di akhir malam.

2.kemudian ialah shalat Sunnah Dhuha, untuk waktu nya ialah di mulai matahari naik, sampai dengan matahari tergelincir. Untuk jumlah raka’at nya paling sedikit yaitu 2 kemudian paling banyak 12 raka’at.

3.shalat Sunnah selain rawatib yang sangat di anjurkan ialah shalat Sunnah tarawih, yang di lakukan setiap malam pada bulan ramadhan.

https://tokopedia.link/xlZ98AtK4pb

Kentut dapat membatalkan shalat

Menurut ilmu fiqih bahwa Kentut dapat membatalkan shalat, adapun dalilnya dalam kitab Fathul qarib, yang bermazhab kepada imam Syafi’i. Sebab kentut merupakan salah satu dari hadas kecil, sedangkan hal yang membatalkan shalat di antaranya ialah Hadas besar dan kecil. Adapun untuk menghilangkan hadas kecil tersebut sangat lah mudah yaitu cukup dengan berwudhu saja.

Kentut dapat membatalkan shalat

Jadi ketika kita lagi shalat terus kentut entah itu di sengaja ataupun tidak, maka shalat tersebut tidak syah, entah itu shalat fardhu. Ataupun shalat yang hukumnya Sunnah, maka wajib bagi kita untuk memulai lagi shalat dari awal. Akan tetapi sebelum memulai shalat dari awal, kita harus berwudhu lagi, tujuan nya untuk menghilangkan hadas kecil.

Hal yang membatalkan shalat ada 11 menurut kitab Fathul qarib.
1.mengucapkan kata yang tidak di syariat kan dalam shalat.
2.melakukan perbuatan banyak yang berturut-turut.
3.memiliki hadas entah itu hadas kecil, atau pun hadas besar.

Contoh hadas kecil seperti Kentut dapat membatalkan shalat.

4.terkena najis ketika shalat secara tiba-tiba.
5.membuka aurat dengan sengaja, atau terbuka auratnya tidak sengaja, namun tidak langsung di tutupi.
6.merubah niat ketika shalat, atau niat berhenti shalat saat sedang shalat.
7.membalikan badan dari arah kiblat, atau membelakangi kiblat.
8.shalat sambil makan.
9.minum ketika sedang shalat.
10.ada sebagian ulama ahli fiqih berpendapat bahwa ketawa saat sedang shalat itu batal.
11.murtad saat sedang shalat.

Jumlah bilangan raka’at shalat fardhu.

Seperti yang telah di ketahui bahwa shalat bagi orang muslim yang hukumnya fardhu itu ada 5 waktu, yaitu Dzuhur, ashar, Maghrib, isya, subuh. Adapun bilangan raka’at shalat yang hukumnya fardhu dalam satu hari satu malam, selain hari Jum’at itu ada 17 raka’at. Untuk rincian nya ialah Dzuhur 4 raka’at, ashar 4 raka’at, kemudian Maghrib 3 raka’at, terus isya 4, kemudian subuh 2 raka’at, jadi jumlah keseluruhan ialah 17 raka’at.

Adapun jumlah raka’at pada hari Jum’at dalam satu hari satu malam itu ada 15 raka’at. Kemudian jika musafir dalam satu hari satu malam jumlah raka’at nya ada 11 raka’at.

https://tokopedia.link/xlZ98AtK4pb

Haram bagi perempuan haid

Ada hal yang tidak boleh di lakukan ketika perempuan lagi menstruasi menurut ilmu fiqih. Jadi hal tersebut hukum nya menjadi haram bagi perempuan tersebut, di antara nya ialah tidak boleh shalat. Entah itu shalat fardhu atau pun Sunnah, shalat tersebut menjadi Haram bagi perempuan haid.

Haram bagi perempuan haid

Menurut kitab Fathul qarib ada 8 hal yang Haram bagi perempuan haid dan nifas.

1.haram bagi yang sedang menstruasi melaksanakan shalat, entah itu shalat fardhu yang 5 waktu. Atau pun shalat Sunnah seperti shalat Dhuha, kemudian juga haram baginya melakukan sujud syukur, dan juga sujud tilawah.

2.melaksanakan puasa, entah itu puasa yang hukumnya fardhu, seperti puasa ramadhan. Atau pun puasa Sunnah seperti puasa Senin Kamis.

3.bagi perempuan yang menstruasi haram membaca Al-Qur’an.

4.menyentuh mushaf (Al-Qur’an) dan juga membawanya, adapun yang dimaksud dengan mushaf ialah tulisan yang ada firman Allah di antara dua lampiran.

5.kemudian haram bagi perempuan yang sedang haid masuk ke dalam masjid. Jika khawatir mengotori masjid.

6.selanjutnya haram thawaf, entah itu thawaf yang hukumnya fardhu, atau pun Sunnah.

7.haram bersenggama.

8.haram suka pada anggota tubuh bagian pusar sampai lutut.

Haid dan nifas termasuk dalam kategori hadas besar, hadas tersebut bisa suci dengan mandi besar. Adapun perbedaan antara Hadas besar dan kecil ialah, jika hadas kecil bisa suci hanya dengan berwudhu. Kemudian untuk menghilangkan hadas besar harus dengan mandi junub.

Adapun hal yang menyebabkan mandi wajib itu ada 6 menurut kitab Fathul qarib, di antara nya ialah haid dan juga nifas untuk perempuan. Atau seperti keluar sperma, entah itu di sebabkan oleh senggama, atau pun di sebabkan oleh lainnya.

Kesimpulan.

haram bagi perempuan muslim yang sedang haid 8 hal menurut ilmu fiqih, dari pada madzhab imam Safi’i. Yaitu haram shalat, entah itu fardhu, atau pun Sunnah, kemudian haram puasa, terus haram membaca dan menyentuh Al-Qur’an. Kemudian haram masuk ke masjid, terus haram thawaf, dan lain sebagainya.

https://tokopedia.link/jD4duSrD2pb

Cara menghilangkan najis mukhaffafah

Di antara syarat syah dari pada shalat menurut madzhab Syafi’i yaitu harus suci dari najis. Entah itu najis mughallazoh, atau najis mutawassithoh, atau pun najis mukhaffafah. Adapun Cara menghilangkan najis mukhaffafah cukup dengan air yang mengalir.

Definisi dari pada najis dalam kitab Fathul qarib menurut segi bahasa (lughat) yaitu setiap hal yang di anggap menjijikkan. Sedangkan najis menurut istilah ulama ahli fiqih yaitu;
كل عين حرم تناولها على إلإطلاق حالة الإختيار مع سهولة لة التمييز لالحرمتها ولالاستقذارها ولالضررها فى بدن أو عقل

Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya bahwa najis menurut kitab safinatunnajah terbagi 3 macam yaitu;
1.najis mughallazoh (najis besar), contoh najis besar seperti najis anjing dan babi.
2.najis mukhaffafah (najis ringan), seperti air kencing anak laki-laki yang belum berumur dua tahun, dan juga belum makan apapun kecuali ASI dari ibunya.
3.mutawassithoh yaitu najis sedang, najis sedang ini terbagi menjadi dua yaitu a’iniyah, dan juga hukmiyah.

Cara menghilangkan najis mukhaffafah

Cara menghilangkan najis mughallazoh.

Najis besar bisa di sucikan dengan 7 kali basuhan, akan tetapi setelah menghilangkan najis tersebut. Juga dari salah satu basuhan yang tujuh tadi harus memakai tanah. Ini menurut imam salim bin sumair, beliau merupakan madzhab dari pada imam Safi’i.

Cara menghilangkan najis mukhaffafah.

Untuk menghilangkan najis ringan cukuplah gampang yaitu hanya dengan mengalirkan air ke badan, atau tempat, atau lainnya yang terkena najis. Serta menghilangkan benda najis tersebut, dan juga menghilangkan sifat nya. Yang di maksud sifatnya yaitu baunya, kemudian rasanya, dan juga warnanya.

Cara menghilangkan najis mutawassithoh.

Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya bahwa najis sedang terbagi dua yaitu najis a’iniyah, dan juga najis hukmiyah. Untuk menghilangkan najis a’iniyah cukup dengan menghilangkan najis tersebut. Dan juga menghilangkan sifat najis tersebut, sifat najis yang di maksud ialah baunya, kemudian rasanya dan juga warnanya.

Kemudian jika najis termasuk najis hukmiyah, maka untuk menghilangkan nya cukup dengan di aliri air. Adapun perbedaan antara najis a’iniyah dan juga hukmiyah ialah, jika a’iniyah yaitu najis tersebut terlihat oleh mata. Kemudian najis hukmiyah yaitu najis yang tidak terlihat oleh mata.

https://tokopedia.link/jD4duSrD2pb