Hukum dalam kalimat isim

Hukum dalam kalimat isim menurut ilmu nahwu, dalam kitab الفواكه الجنية, terbagi dua, yang pertama hukumnya mu’rab. Seperti isim zahir, contoh قام زيد, yang jadi contoh lafadz زيد, untuk i’rabnya lafadz tersebut termasuk i’rab harakat. Sebab lafadz tersebut termasuk isim mufrad, juga kedudukan nya sebagai fa’il, yang i’rabnya rafa’, di tandai rafa’nya dengan dhammah. Dalil nya dalam kitab jurumiyah yaitu;


فأما الضمة فتكون علامة للرفع فى أربعة مواضع فى الإسم المفرد وجمع التكسير وجمع المؤنث السالم والفعل المضارع الذي لم يتصل بأخر شيء

Yang kedua ialah isim yang hukumnya mabni, entah itu mabni harakat, seperti harakat Fathah pada isim istifham lafadz أَيْنَ. Yang jadi contoh mabni harakat nya ialah harakat Fathah pada huruf nun, atau pun mabni sukun seperti lafadz مَنْ.

Hukum dalam kalimat isim menurut kitab الفواكه الجنية.

Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya, dalam kitab الفواكه الجنية, pada halaman ke 8 bahwa isim dalam hukum nya terbagi dua, yaitu;

1.isim yang hukumnya mu’rab, definisi dari pada isim mu’rab “ما تغير أخره بسبب العوامل الداحلة عليه إما لفظا وإما تقديرا”. Kalimat isim yang berubah akhirnya, entah itu perubahan pada harakat, atau pun huruf, yang di sebabkan oleh a’mil yang masuk pada kalimat tersebut.

Perubahan nya entah itu Lafadzan, atau pun perubahan yang bersifat takdiran, contoh Lafadzan, seperti lafadz زيد pada contoh قام زيد. Untuk i’rabnya lafadz tersebut (زيد) termasuk i’rab rafa’, yang di rafa’kan oleh a’mil yang sebelumnya, di tandai dengan dhammah. Sebab kedudukannya sebagai fa’il, yang fi’il nya lafadz قام. Contoh perubahan isim yang hukumnya mu’rab, secara takdirnya, seperti lafadz موسى.

I’rab kalimat isim terbagi 3, yaitu i’rab rafa’seperti lafadz زَيْدٌ, kedua i’rab nashab, seperti زيدًا, ketiga i’rab khafadz seperti زيدٍ.

2.isim yang hukumnya mabni, defi nya ialah “مالا يتغير أخره بسبب العوامل الداحلة عليه”. “Isim yang tidak berubah akhir pada kalimat tersebut, meskipun isim tersebut di masuki a’mil”. Contoh seperti lafadz أين.

https://tokopedia.link/1SR1e3wZpqb

I’rab fi’il dan hukumnya

Fi’il merupakan salah satu kalimat dalam bahasa Arab. Sebab Kalimat dalam bahasa Arab menurut ilmu nahwu terbagi 3 yaitu Isim, fi’il, dan juga haraf. Adapun Pembahasan yang bersangkutan dengan kalimat fi’il di antara nya ialah I’rab fi’il dan hukumnya.

I'rab fi'il dan hukumnya

Adapun Pembagian dari pada kalimat fi’il terbagi 3 yaitu fi’il madhi, seperti نصر, kemudian fi’il mudhari, seperti ينصر. Terus fi’il amar, seperti أنصر, untuk referensi kalimat fi’il terbagi 3, dalam kitab jurumiyah (باب الأفعال).

Pembahasan I’rab fi’il dan hukumnya menurut ilmu nahwu.

Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya bahwa fi’il terbagi 3 yaitu madhi, mudhari, amar. Dari ketiga fi’il tersebut dalam hukumnya terbagi 2, yaitu mu’rab, dan juga mabni. Untuk fi’il yang hukumnya mu’rab, dalam i’rabnya terbagi 3 yaitu rafa’, seperti يُنْصُرُ, kemudian i’rab nashab. Seperti لَنْ يَنْصُرَ, terus i’rab jazm, seperti لَمْ يَنْصُرْ.

Kemudian fi’il yang hukumnya mabni, dalam mabni nya terbagi 2 yaitu mabni sukun seperti اُنْصُرْ, dan juga mabni harakat. Seperti harakat Fathah dalam fi’il madhi yang ma’na nya mufrad mudzakar ghaib, seperti نَصَرَ.

Fi’il yang hukumnya mu’rab.

Menurut kitab الفواكه الجنية, kalimat fi’il yang hukumnya mu’rab, yaitu fi’il mudhari yang akhir huruf nya tidak bertemu dengan nun jamak muannas. Kemudian tidak bertemu dengan nun taukid mubasir, contoh seperti tadi yaitu ينصر.

Untuk i’rabnya terbagi 3 yaitu i’rab rafa’, tandanya dhammah, kemudian i’rab nashab, di tandai dengan Fathah, terus i’rab jazm, di tandai dengan sukun.

Fi’il yang hukumnya mabni.

Fi’il yang hukumnya mabni ada dua yaitu fi’il madhi seperti نصر, dan juga fi’il amar seperti أنصر.

Untuk mabni nya terbagi dua yaitu mabni sukun, seperti fi’il madhi yang bertemu dengan dhamir Mutaharik marfu’, contoh نَصَرْتُ. Kemudian yang kedua ialah mabni harakat, untuk harakat nya terbagi 3 yaitu Fathah seperti نصر. Selanjutnya dhammah seperti نصروا, kemudian mabni kashrah. Seperti dalam fi’il yang ma’na nya mufrad muannas, contoh أنصري.

https://tokopedia.link/8ZCjQjo5Vpb

Perbedaan mu’rab dan mabni

Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya bahwa hukum Kalimat (isim, Fi’il, haraf) dalam bahasa Arab, menurut ulama nahwu terbagi 2. Yang di maksud dengan 2 ialah hukum mu’rab dan juga hukum mabni, adapun Perbedaan mu’rab dan mabni ialah. Jika kalimat yang hukumnya mu’rab ialah, perubahan akhir lafadz, entah itu secara lafadz atau pun secara di kira-kira kan. Sebab di masuki a’mil yang berbeda, contoh seperti harakat dhammatain pada lafadz زيد, dalam contoh جاء زيد.

Kemudian jika kalimat yang hukumnya mabni ialah lazim nya akhir kalimat meskipun di masuki a’mil. Contoh seperti Lafadz صه.

Perbedaan mu'rab dan mabni

Perbedaan mu’rab dan mabni dalam kalimat bahasa Arab menurut kitab الفواكه الجنية.

Definisi dari pada kalimat yang hukumnya mu’rab “perubahan akhir kalimat, entah itu secara lafadz atau kira-kira, karena masuknya a’mil pada kalimat tersebut”.

Contoh i’rab secara lafadz seperti tadi yaitu جاء زيد, yang jadi contoh ialah harakat dhammatain pada lafadz زيد, untuk a’mal nya ialah lafadz جاء. Contoh kalimat yang hukumnya mu’rab yang i’rabnya di kira-kira, seperti i’rab pada lafadz موسى, dalam contoh جاء موسى.

Kemudian kalimat mu’rab terbagi 2 yaitu mu’rab harakat, dan juga mu’rab huruf. Jumlah i’rab terbagi menjadi 4 yaitu i’rab rafa’, nashab, dan juga khafad, kemudian yang terakhir ialah i’rab jazm. Contoh kalimat mu’rab yang i’rabnya rafa’, seperti tadi yaitu جاء زيد.

Adapun Kalimat yang di hukumi mu’rab ialah 2 yaitu Kalimat isim seperti tadi yaitu harakat pada lafadz زيد dalam contoh جاء زيد. Dan juga fi’il, yang di maksud fi’il di sini ialah fi’il mudhari yang akhir huruf nya tidak bertemu dengan apapun. Seperti fi’il mudhari lafadz ينصر.

Definisi dari pada mabni ialah “lazim nya akhir kalimat pada harakat atau pun sukun, meskipun di masuki a’mil yang berbeda”. Adapun jumlah mabni itu ada 4 yaitu mabni dhammah seperti Lafadz حيث, dan mabni Fathah seperti أين. Kemudian mabni kashrah seperti امس, dan juga mabni sukun seperti lafadz كم.

https://infosepakbola.my.id/