Isim dhamir termasuk mabni

Seperti yang telah di ketahui sebelumnya, bahwa. Terbagi dua yaitu isim yang hukumnya mu’rab, dan juga isim yang hukumnya mabni. Namun yang akan di bahas di sini ialah isim yang hukumnya mabni, di antara isim yang mabni ialah isim istifham. Kemudian juga menurut kitab الفواكه الجنية Isim dhamir termasuk mabni.

Adapun illat mabni nya menurut kitab tersebut, ialah karena isim dhamir menyerupai pada kalimat huruf, dalam ma’na nya. Sedangkan kalimat huruf dalam hukum nya termasuk hukum mabni.

Isim dhamir termasuk mabni

Kalimat isim dhamir dalam mabni nya terbagi dua, yaitu mabni sukun, dan juga mabni harakat. Namun yang menjadi asal pada mabni, ialah sukun, contoh mabni sukun pada kalimat isim, seperti lafadz نَصَرَتْ, yang jadi contoh ialah harakat sukun pada huruf ت.

Kemudian mabni harakat dalam kalimat isim terbagi 3, yaitu harakat dhammah, seperti harakat dhammah pada huruf ت, dalam contoh نَصَرْتُ. Yang kedua adalah harakat Fathah, contoh seperti harakat pada huruf ت, dalam contoh نَصَرْتَ, kemudian yang ketiga ialah harakat kashrah. Contoh seperti harakat kashrah pada huruf ت, dalam contoh نَصَرْتِ.

Di antara isim yang hukumnya mabni.

1.isim isim syarat, isim tersebut hukum nya mabni, sebab menyerupai kalimat huruf, dalam ma’na nya. Sedangkan hukum kalimat huruf, ialah mabni.

2.isim istifham, contoh seperti ْمَنْ عِنْدَكُم, yang jadi contoh ialah lafadz من, lafadz tersebut termasuk kalimat isim, tanda isim nya ialah musnad ilahi. Hukum nya mabni, sebab menyerupai kalimat huruf dalam ma’na, mabni nya termasuk mabni sukun. Kemudian lafadz من, kedudukan nya sebagai Mubtada’, yang khabarnya lafadz عندكم.

3.Isim dhamir termasuk mabni.

Menurut kitab الفواكه الجنية, halaman ke ke 28, bahwa isim dhamir terbagi menjadi dua yaitu;

-yang pertama ialah dhamir muttasil, definisi nya “الذي لايفتتح به النطق ولايقع بعد الا”. Artinya “setiap kalimat isim yang tidak bisa di ucapkan pada awal perkataan, dan tidak berada setelah lafadz الا”. Contoh seperti huruf ت pada lafadz قمت, lafadz tersebut (ت) termasuk kalimat isim, isim nya termasuk isim dhamir. Tanda isim nya ialah musnad ilaihi, sebab di antara tanda Kalimat isim dalam kitab alfiyah musnad ilahi;
بالجر والتنوين والندا وال#ومسند للاسم تمييز حصل

-kemudian yang ke dua ialah dhamir munfasil, definisi dari pada dhamir munfasil “ما يفتتح به النطق ويقع بعد الا”. “Setiap isim yang bisa di ucapkan di awal ucapan, dan syah berada setelah huruf الا”. Contoh seperti أنا قائم, yang jadi contoh ialah lafadz أنا, lafadz أنا, termasuk kalimat isim, isim nya termasuk isim dhamir, kedudukan nya sebagai Mubtada’. Yang i’rabnya misti rafa’, sebab i’rab dhamir munfasil terbagi menjadi 3, yaitu rafa’, seperti tadi “أنا قائم”, kemudian nashab, dan juga i’rab khafadz.
[8/6 19:11] P: Isim dhamir termasuk mabni menurut kitab الفواكه الجنية, illat mabni nya ialah menyerupai kalimat huruf dalam ma’na nya.

https://tokopedia.link/fRAGf0JYGqb

Hukum dalam kalimat isim

Hukum dalam kalimat isim menurut ilmu nahwu, dalam kitab الفواكه الجنية, terbagi dua, yang pertama hukumnya mu’rab. Seperti isim zahir, contoh قام زيد, yang jadi contoh lafadz زيد, untuk i’rabnya lafadz tersebut termasuk i’rab harakat. Sebab lafadz tersebut termasuk isim mufrad, juga kedudukan nya sebagai fa’il, yang i’rabnya rafa’, di tandai rafa’nya dengan dhammah. Dalil nya dalam kitab jurumiyah yaitu;


فأما الضمة فتكون علامة للرفع فى أربعة مواضع فى الإسم المفرد وجمع التكسير وجمع المؤنث السالم والفعل المضارع الذي لم يتصل بأخر شيء

Yang kedua ialah isim yang hukumnya mabni, entah itu mabni harakat, seperti harakat Fathah pada isim istifham lafadz أَيْنَ. Yang jadi contoh mabni harakat nya ialah harakat Fathah pada huruf nun, atau pun mabni sukun seperti lafadz مَنْ.

Hukum dalam kalimat isim menurut kitab الفواكه الجنية.

Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya, dalam kitab الفواكه الجنية, pada halaman ke 8 bahwa isim dalam hukum nya terbagi dua, yaitu;

1.isim yang hukumnya mu’rab, definisi dari pada isim mu’rab “ما تغير أخره بسبب العوامل الداحلة عليه إما لفظا وإما تقديرا”. Kalimat isim yang berubah akhirnya, entah itu perubahan pada harakat, atau pun huruf, yang di sebabkan oleh a’mil yang masuk pada kalimat tersebut.

Perubahan nya entah itu Lafadzan, atau pun perubahan yang bersifat takdiran, contoh Lafadzan, seperti lafadz زيد pada contoh قام زيد. Untuk i’rabnya lafadz tersebut (زيد) termasuk i’rab rafa’, yang di rafa’kan oleh a’mil yang sebelumnya, di tandai dengan dhammah. Sebab kedudukannya sebagai fa’il, yang fi’il nya lafadz قام. Contoh perubahan isim yang hukumnya mu’rab, secara takdirnya, seperti lafadz موسى.

I’rab kalimat isim terbagi 3, yaitu i’rab rafa’seperti lafadz زَيْدٌ, kedua i’rab nashab, seperti زيدًا, ketiga i’rab khafadz seperti زيدٍ.

2.isim yang hukumnya mabni, defi nya ialah “مالا يتغير أخره بسبب العوامل الداحلة عليه”. “Isim yang tidak berubah akhir pada kalimat tersebut, meskipun isim tersebut di masuki a’mil”. Contoh seperti lafadz أين.

https://tokopedia.link/1SR1e3wZpqb

Huruf isim surat Al-Ikhlas

Setelah kita mengetahui kalimat fi’il pada surat Al-Ikhlas, selanjutnya kita akan mengetahui Huruf isim surat Al-Ikhlas. Jumlah Kalimat huruf pada surat tersebut setelah di teliti ada 6, yaitu pada ayat ke tiga dan ayat ke empat. Kemudian jumlah Kalimat isim nya ada 8 lafadz.

Menurut ilmu nahwu bahwa kalimat isim dan juga kalimat huruf pada surat Al-Ikhlas jumlahnya ada 14 lafadz. Yaitu 6 lafadz termasuk kalimat huruf yaitu lafadz لم yang jumlahnya 3،, kemudian lafadz و pada ayat ke tiga dan ke empat. Kemudian huruf lam pada lafadz له.

Huruf isim surat Al-Ikhlas

Jumlah Kalimat huruf yang 6 ini dalam a’mal nya terbagi 3 yaitu;

1.a’mal menjazmkan, jumlahnya 3 lafadz, yaitu لم pada lafadz لم يلد, kemudian Lafadz لم pada لم يولد. Kemudian yang ketiga ialah Lafadz لم, pada kalimat لم يكن.

2.a’mal menjarkan, yaitu huruf lam pada lafadz له, huruf jar masuk nya cuma pada kalimat isim saja.

3.menga’tafkan, yaitu huruf wau.

Huruf isim surat Al-Ikhlas (kalimat isim).

Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya bahwa kalimat isim pada ayat satu sampai dengan ayat empat Al-Ikhlas itu ada 8 lafadz. Untuk rincian nya ialah pada ayat pertama ada 3 lafadz, yaitu lafadz هو, kemudian الله, terus lafadz أحد.

Kemudian pada ayat ke dua ada dua lafadz kalimat isim, yaitu lafadz الله, dan juga الصمد, terus 3 lagi pada ayat ke empat. Yaitu lafadz ه dalam له, kemudian كفوا terus lafadz احد.

Nah kalimat isim yang 8 ini tanda isim nya di tandai dengan 3 hal yaitu;
1.alif lam yaitu lafadz الله، dan الصمد.
2.isimnya di tandai dengan tanwin, yaitu احد، كفوا.
3.di tandai dengan menjadi musnad, yaitu isim dhamir dhammah.

Adapun dalil dari pada kalimat isim di antara nya ialah dalam kitab jurumiyah yaitu;

فالإسم يعرف بالخفض والتنوين ودخول الألف واللام وحروف الخفض وهي من والى وعن وعلى وفى ورب والباء والكاف واللام وحروف القسم

https://tokopedia.link/s8lUutgG7pb

Kalimat pada surat Al-Ikhlas

Jumlah Kalimat pada surat Al-Ikhlas menurut ilmu nahwu ada 3 yaitu kalimat isim, kemudian fi’il dan juga huruf. Untuk dalil kalimat dalam bahasa Arab terbagi 3 dalam kitab jurumiyah yaitu;

وأقسامه ثلاثة إسم وفعل وحرف جاء لمعنى


Adapun jumlah kalimat Isim dalam surat tersebut ada 8, yaitu pada ayat pertama 3, kemudian ayat ke dua jumlahnya 2. Terus yang terakhir pada ayat ke empat yaitu 3 Lafadz. Selanjutnya jumlah Kalimat fi’il pada surat tersebut (Al ikhlas) ada 4, yang berada pada ayat pertama, ayat ketiga, dan juga ayat ke empat. Kemudian jumlah kalimat hurufnya ada 6 lafadz pada surat tersebut.

Kalimat pada surat Al-Ikhlas

Kalimat pada surat Al-Ikhlas yang termasuk fi’il ada 4;

1.lafadz قل yang berada pada ayat pertama, menurut ilmu sharaf lafadz tersebut termasuk dalam kategori fi’il ghair Salim. Sebab lafadz tersebut termasuk dalam kategori fi’il mu’tal, sedangkan fi’il mu’tal termasuk dalam kategori fi’il ghair Salim. Kemudian jika menurut ilmu nahwu lafadz tersebut termasuk dalam fi’il amar.

Juga mu’tal nya termasuk mu’tal a’in wau, termasuk dalam tsulatsi mujarrad, yang Fathah a’in fi’il madhi nya, dhammah a’in fi’il mudhari nya. Kemudian lafadz قل menurut ilmu nahwu termasuk dalam kalimat yang hukumnya mu’rab, untuk i’rabnya termasuk i’rab harakat.

2.lafadz يلد, menurut ilmu nahwu lafadz tersebut termasuk fi’il mudhari, yang i’rabnya jazm. Adapun tanda dari pada lafadz tersebut termasuk fi’il mudhari yaitu di awali dengan salah satu huruf jaidah (ي). Jika menurut ilmu Sharaf lafadz tersebut termasuk dalam fi’il mudhari mabni fa’il dari mu’tal fa.

3.kemudian lafadz يولد, lafadz tersebut termasuk dalam fi’il mudhari yang mabni maf’ul menurut ilmu sharaf.

4.kalimat fi’il yang ada pada surat tersebut (Al-Ikhlas) yang terakhir ialah lafadz يكن. Menurut ilmu nahwu lafadz tersebut termasuk fi’il nawasikh yang memiliki a’mal “mengrafa’kan isim nya yang asal nya Mubtada’, dan juga menashabkan khabarnya yang asalnya Khabar Mubtada'”. Untuk i’rabnya pada lafadz tersebut termasuk i’rab jazm.

https://tokopedia.link/5CXQ6ThG7pb

Isim fa’il dan maf’ul

Yang di maksud dengan Pembahasan Isim fa’il dan maf’ul, menurut ilmu sharaf ialah, pembahasan wazan isim fa’il tsulatsi mujarrad. Dan juga wazan isim maf’ul dari tsulatsi mujarrad, untuk wazan isim fa’il nya yaitu wazan فاعل, contoh mauzun isim fa’il seperti ناصر.

Isim fa'il dan maf'ul

Kemudian untuk isim maf’ul dari tsulatsi mujarrad ialah wazan مفعول, contoh mauzun isim maf’ul seperti منصور. Lafadz tersebut di bentuk dari fi’il mudhari mabni maf’ul, yang ma’na nya mufrad mudzakar ghaib. Yaitu dari lafadz يُنْصَرُ, adapun untuk cara membuat (membentuk) isim maf’ul nya ialah dengan cara di samakan dengan wazan مفعول. Contoh seperti tadi ينصر, isim maf’ul nya menjadi منصور.

Selanjutnya isim fa’il dari tsulatsi mujarrad itu di bentuk (buat) dari fi’il mudhari mabni fa’il. Contoh seperti tadi yaitu mauzun lafadz ناصر, Lafadz tersebut di bentuk dari fi’il mudhari mabni fa’il lafadz يَنْصُرُ. Untuk cara membuat isim fa’il dari fi’il mudhari lafadz tersebut (ينصر), yaitu buang terlebih dahulu huruf yang menjadi tanda pada mudhari. Yaitu huruf ya, ma’na nya mufrad mudzakar, kemudian tambahkan alif antara fa fi’il dan juga a’in fi’il (antara huruf ص dan ر) menjadi نَاصُرُ. Kemudian setelah itu samakan lafadz tersebut dengan wazan فَاعِلٌ, menjadi نَاصِرٌ.

Tashrifan Isim fa’il dan maf’ul tsulatsi mujarrad.

Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya bahwa isim fa’il di bentuk dari fi’il mudhari mabni fa’il, atau mabni ma’lum. Adapun tashrifan nya terbagi 7 yaitu mufrad mudzakar, tasniyah mudzakar, jamak mudzakar, kemudian mufrad muannas. Terus tasniyah muannas, kemudian jamak muannas, selanjutnya tashrifan isim fa’il yang ke tujuh ialah jamak taksir.

Contoh tashrifan isim fa’il dari fi’il mudhari lafadz ينصر, seperti ناصر، ناصران ناصرون، ناصرة، ناصراتان، ناصرات، نواصر.

Kemudian dalam ma’na nya dari contoh isim fa’il tersebut terbagi 3, yaitu;
1.ma’na khusus untuk mudzakar, yaitu 3 Lafadz “ناصر، ناصران، ناصرون”.
2.ma’na khusus untuk muannas, jumlahnya 3 lafadz yaitu “ناصرة، ناصرتان، ناصرات”.
3.bisa menunjukkan ma’na pada mudzakar, juga pada muannas, yang jumlahnya satu lafadz “نواصر”.

Selanjutnya isim maf’ul tsulatsi mujarrad di bentuk dari fi’il mudhari mabni maf’ul, atau mabni majhul. Untuk tashrifan nya sama seperti isim fa’il, yaitu terbagi tujuh.

https://tokopedia.link/YT528H945pb

Isim dalam surat alfatihah

Kalimat dalam bahasa Arab menurut ilmu nahwu terbagi 3 yaitu kalimat, isim, fi’il, huruf. Namun yang akan di bahas di sini ialah kalimat Isim dalam surat alfatihah. Sebab dalam surat tersebut terkumpul 3 kalimat (isim, fi’il, huruf), namun yang di maksud ialah kalimat isim.

Isim dalam surat alfatihah

Setelah saya meneliti jumlah Kalimat Isim pada surat tersebut, ternyata jika di rinci pada ayat pertama ada 4 kalimat isim. Kemudian pada ayat kedua sama ada empat, terus pada ayat ketiga, ada 2, selanjutnya pada ayat ke empat ada 3. Terus pada ayat ke lima ada 2, kemudian pada ayat ke enam ada 3.

Selanjutnya yang terakhir kalimat isim pada ayat terakhir (ayat yang ketujuh) surat alfatihah ada 7.
Jadi jumlah keseluruhan kalimat isim pada surat Al-fatihah dari ayat satu sampai tujuh ada 25. Untuk rincian nya ialah 4+4+2+3+2+3+7=25.

Penjelasan Isim dalam surat alfatihah pada ayat satu sampai 3.

Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya bahwa kalimat isim di dalam surat Al-fatihah pada ayat pertama ada 4 yaitu;

1.lafadz اسم, dalam lafadz بسم, untuk tanda isim nya pada Lafadz tersebut ialah tanwin. Untuk dalil tanwin menjadi tanda pada isim dalam kitab jurumiyah yaitu;
فالإسم يعرف بالخفض والتنوين ودخول الألف واللام وحروف الخفض

2.lafadz الله.

3.kemudian lafadz الرحمن, untuk tanda isim nya alif lam.

4.terus yang terakhir Kalimat isim pada ayat pertama dalam surat Al-fatihah ialah Lafadz الرحيم, tanda isim nya alif lam.

Kemudian kalimat isim pada ayat ke dua dalam surat Al-fatihah ada 4 yaitu;
1.lafadz الحمد, di tandai dengan alif lam, kedudukan nya sebagai Mubtada’.
2.lafadz الله, tanda isim nya ialah di masuki huruf khafadz yaitu huruf lam.
3.kemudian lafadz رب, untuk tanda isimnya ialah jeer pada huruf akhirnya.
4.terus lafadz العالمين, untuk tanda nya alif lam.

Selanjutnya jumlah Kalimat isim pada ayat ketiga ada 2 yaitu lafadz الرحمن, dan juga الرحيم. Kemudian pada ayat ke empat ada 3 yaitu Lafadz مالك, يوم، الدين terus pada ayat ke lima ada 2 yaitu Lafadz إياك. Selanjutnya pada ayat ke enam ada 3 yaitu lafadz نا pada lafadz اهدنا, lafadz الصراط, terus lafadz المستقيم.

Ayat yang ketujuh ada 7 kalimat isim yaitu lafadz, صراط، الدين، lafadz هم pada هم, غير، المغضوب، الضالين.

https://tokopedia.link/jZhC6bhj1pb

Objek dalam bahasa Arab

Objek dalam bahasa Arab menurut ilmu nahwu ialah, dimana kalimat kedudukan nya sebagai maf’ul bih.
Contoh seperti ضربت زيدا, yang jadi contoh lafadz زيدا, i’rabnya nashab, tandanya fathah. Sebab lafadz tersebut termasuk dalam kategori isim mufrad, yang ketika i’rabnya nashab, maka di tandai oleh Fathah.

Objek dalam bahasa Arab

Juga maf’ul bih dalam contoh tersebut termasuk dalam kategori maf’ul bih isim zahir. Sebab maf’ul bih terbagi dua yaitu maf’ul bih isim zahir seperti tadi yaitu ضربت زيدا, dan juga maf’ul bih isim dhamir. Seperti dalam Al-Qur’an yaitu إياك نعبد, yang jadi contoh maf’ul bih isim dhamir ialah lafadz إياك.

Penjelasan Objek dalam bahasa Arab (maf’ul bih), menurut kitab jurumiyah.

Definisi dari pada maf’ul bih yaitu; الإسم المنصوب الذي يقع به الفعل “isim yang i’rabnya nashab, dan menjadi sasaran suatu pekerjaan (perbuatan). Contoh seperti tadi yaitu lafadz زيدا, dalam contoh ضربت زيدا. Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya bahwa maf’ul bih terbagi dua yaitu maf’ul bih isim zahir seperti tadi ضربت زيدا.

Kemudian yang kedua ialah maf’ul bih isim dhamir, juga maf’ul bih Isim dhamir terbagi dua yaitu dhamir muttasil. Seperti اكرمني, yang jadi contoh maf’ul bih, yaitu ya mutakalim, adapun jumlah dhamir muttasil yang menjadi bahan maf’ul bih ada 12 lafadz. Yaitu 2 lafadz untuk mutakalim, kemudian 5 lafadz untuk ghaib, dan ghaibah, terus 5 lafadz lagi ma’na nya menunjukkan mukhatab mukhatabah.

Selanjutnya isim dhamir yang kedua yang menjadi maf’ul bih ialah dhamir munfasil, contoh seperti dalam surah Al Fatihah إياك نعبد. Yang jadi contoh lafadz إياك, ma’na nya menunjukkan mufrad mudzakar mukhatab.

Untuk jumlah dhamir munfasil sama seperti dhamir muttasil, yaitu ada 12 lafadz, 2 ma’na nya menunjukkan mutakalim. Kemudian 5 menunjukkan ghaib dan ghaibah, terus 5 menunjukkan mukhatab, mukhatabah.

Referensi.

Untuk penjelasan maf’ul bih entah itu isim zahir, atau pun isim dhamir di ambil dalam kitab jurumiyah, dan juga kitab الفواكه الجنية.

https://tokopedia.link/VDQdwqAWYpb

Isim ma’nanya menunjukkan tempat

Seperti yang telah di ketahui bahwa di antara isim yang i’rabnya wajib nashab, di mana isim tersebut kedudukannya sebagai zaraf. Entah itu zaraf makan (Isim ma’nanya menunjukkan tempat), seperti lafadz أَمَامَ, contoh جلست أمام المسجد. Lafadz جلست, kedudukan nya sebagai fi’il dan fa’il, kemudian lafadz أمام, zaraf makan, yang i’rabnya nashab, tanda nya Fathah. Kemudian zaraf tersebut idhafat pada kalimat isim yang di tandai dengan alif lam, yaitu lafadz المسجد.

Isim ma'nanya menunjukkan tempat

Adapun zaraf yang ma’na nya tempat, yaitu zaraf makan, sebab zaraf terbagi 2 yaitu zaraf makan. Seperti tadi yaitu Lafadz أمام, dalam contoh جلست أمام المسجد, dan juga zaraf zaman, yaitu zaraf yang ma’na nya waktu. Contoh seperti Lafadz اليوم, dalam contoh صمت اليوم.

Penjelasan zaraf, atau Isim ma’nanya menunjukkan tempat.

Zaraf yang ma’na menunjukkan suatu tempat yaitu zaraf makan. Adapun definisi dari pada zaraf makan menurut kitab jurumiyah ialah;


هو اسم المكان المنصوب بتقدير فى


“Isim yang ma’na menunjukkan suatu lokasi, atau tempat, dan juga mentakdirkan huruf jar فى”. Contoh seperti tadi yaitu جلست أمام المسجد, untuk takdir nya ialah جلست فى امام المسجد.

Di antara kalimat isim yang ma’na tempat ialah lafadz خلف, kemudian Lafadz أمام, terus Lafadz قدام, lafadz وراء. Kemudian lafadz فوق, terus lafadz تحت, kemudian lafadz عند, dan masih banyak lagi. Untuk i’rabnya di nashabkan, karena kedudukannya sebagai zaraf, sedangkan zaraf termasuk isim yang wajib nashab.

Pengertian zaraf zaman (isim yang ma’na nya menunjukkan pada waktu).

Definisi dari pada zaraf zaman, menurut kitab jurumiyah yaitu;


هو اسم الزمان المنصوب بتقدير فى


“Isim yang ma’na waktu, dan juga mentakdirkan huruf jar lafadz فى”. Contoh seperti tadi صمت اليوم, Lafadz صمت, kedudukan nya sebagai fi’il dan fa’il. Kemudian lafadz اليوم kedudukan nya sebagai zaraf zaman, untuk i’rabnya nashab, yang di tandai nashab nya oleh Fathah. Dan juga lafadz اليوم, mentakdirkan huruf jar lafadz فى, jadi untuk takdirnya yaitu صمت فى اليوم.

Contoh lafadz yang menunjukkan waktu dalam ma’na nya, seperti lafadz اليوم, kemudian Lafadz الليلة. Kemudian lafadz غدوة, terus lafadz بكرة, kemudian Lafadz بكرة, selanjutnya lafadz سحرا, dan masih banyak lagi.

https://tokopedia.link/uGwpTqxnXpb

Lafadz yang martabatnya nakirah

Definisi dari pada Lafadz yang martabatnya nakirah “setiap kalimat isim yang ma’na nya menunjukkan umum. Yang tidak menentukan suatu hal dengan yang lain nya atau definisi paling gampang nya, setiap isim yang layak di masuki Alif lam”.

Contoh seperti رجل, ma’na dari pada رجل, ialah laki-laki, jadi ma’na tersebut bersifat umum untuk setiap laki-laki.

Definisi dari pada Isim tasniyah “setiap isim yang ma’na nya menunjukkan dua, yang di tandai dengan Alif dan nun, ketika i’rabnya rafa’. Dan juga ya dan nun, ketika i’rabnya nashab, dan khafadz”.

Lafadz yang martabatnya nakirah

Contoh seperti جاء الزيدان, yang jadi contoh lafadz الزيدان, untuk ma’na nya menunjukkan dua orang yang bernama زيد. Untuk i’rabnya rafa’, tandanya Alif, adapun i’rab dalam isim tasniyah terbagi 3 yaitu;

1.i’rab rafa’, untuk tanda isim tasniyah yang rafa’ ialah Alif, sebab Alif menjadi tanda pada i’rab rafa’ tentu pada Isim tasniyah. Contoh seperti tadi جاء الزيدان, untuk dalilnya dalam kitab jurumiyah yaitu;

وأما الألف فتكون علامة للرفع فى تثنية الأسماء خاصة


2.nashab, ketika isim tasniyah i’rabnya nashab, maka untuk tanda nya ialah ya, contoh seperti رأيت الزيدَين, yang jadi contoh lafadz الزيدَين. Untuk dalilnya dalam kitab jurumiyah yaitu;

وأما الياء فتكون علامة للنصب فى التثنية والجمع

3.kemudian i’rab yang terakhir pada isim tasniyah ialah i’rab khafadz, untuk tanda khafadz nya. Sama seperti dalam keadaan nashab, yaitu di tandai dengan ya. Sebab ya menjadi tanda pada i’rab khafadz dalam 3 Lafadz, yaitu asma’ul khamsah, isim tasniyah, dan juga jamak mudzakar salim. Untuk dalilnya dalam kitab jurumiyah, yaitu;

وأما الياء فتكون علامة للخفض فى ثلاثة مواضع فى الأسماء الخمسة وفى التثنية والجمع

Kesimpulan Lafadz yang martabatnya nakirah

Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya bahwa definisi dari pada nakirah yaitu;

كل اسم شائع فى جنسه لايحتص به واحد دون أخر

“setiap isim yang ma’na nya menunjukkan pada jinis yang sifatnya umum, yang tidak tentu perkara tersebut, dengan yang lain nya”. Contoh seperti tadi رجل, ma’na setiap laki-laki

Atau definisi gampang nya yaitu;

كل ما صلح دخول الألف واللام عليه

“setiap isim yang yang layak di masuki Alif lam, juga Alif lam tersebut memberikan pengaruh pada lafadz tersebut”. Contoh seperti رجل, di masuki Alif lam, menjadi الرجل, Lafadz berubah setelah di masuki Alif lam, menjadi ma’rifat.

Ma’na dari pada رجل, termasuk dalam kategori jinis yang umum, yang tidak menentukan suatu hal terhadap yang lain nya. Yaitu ma’na nya setiap laki-laki, atau setiap orang yang berjenis kelamin laki-laki.

https://tokopedia.link/o5ihF41STpb

Yang termasuk isim ma’rifat

Dalam martabat kalimat isim terbagi dua yaitu isim nakirah seperti رجل, Lafadz tersebut termasuk kalimat isim, isim nya isim nakirah. Kemudian yang kedua ialah Isim ma’rifat, adapun di antara lafadz Yang termasuk isim ma’rifat. Yaitu Lafadz isim mausul, contoh seperti الحمد لله الذي صدقنا, yang termasuk isim mausul yaitu lafadz الذي.

Yang termasuk isim ma'rifat

Ada 6 lafadz Yang termasuk isim ma’rifat menurut kitab الفواكه الجنية.

1.isim dhamir, seperti yang telah di jelaskan dalam artikel sebelumnya, bahwa isim dhamir terbagi dua. Yaitu dhamir muttasil contoh seperti ضربت, dhamir nya ialah ta fa’il, pada lafadz ضربت.

Kemudian yang kedua ialah dhamir munfasil contoh seperti Lafadz أنا قائم, yang jadi contoh lafadz انا, untuk ma’na nya mutakalim wahdah.

Dhamir muttasil terbagi 2 yaitu ada muttasil mustatir, contoh seperti ضرب. Dalam Lafadz tersebut ada dhamir, yang kedudukannya sebagai fa’il, untuk takdir dhamir nya ialah هو, ma’na dhamir nya ialah mufrad mudzakar ghaib. Selanjutnya yang kedua ialah muttasil barij, contoh seperti tadi yaitu Lafadz ضربت.

2.a’lam (nama), contoh seperti قام زيد, yang jadi contoh lafadz زيد, Lafadz tersebut termasuk a’lam syakhas. Sebab a’lam menurut kitab الفواكه الجنية, terbagi 2 yaitu a’lam syakhas, seperti tadi yaitu Lafadz زيد dalam contoh قام زيد. Kemudian yang kedua ialah a’lam jinis, contoh seperti Lafadz ثعلب.

3.isim isyarat, seperti أنا ههنا قاعدون, yang jadi contoh lafadz ههنا, isim isyarat nya menunjukkan tempat yang dekat. Sebab isim isyarat dalam menunjukkan suatu tempat, terbagi 2, yaitu tempat dekat, dan juga jauh.

4.kemudian yang termasuk isim ma’rifat, yaitu isim mausul, seperti الحمد لله الذي صدقنا, yang jadi contoh lafadz الذي. Lafadz tersebut termasuk isim mausul nas.

5.lafadz isim nakirah yang di masuki Alif lam, jadi sebelum di masuki Alif lam, lafadz tersebut martabat nya nakirah. Namun setelah di masuki Alif lam lafadz tersebut berubah menjadi ma’rifat. Contoh seperti Lafadz رجل, di masuki Alif lam menjadi الرجل.

6.selanjutnya yang terakhir ialah Kalimat isim yang di idhafat kan kepada salah satu dari 5 isim tadi. Contoh isim nakirah yang di idhafat kan kepada a’lam, seperti غلام زيد, dan lain sebagainya.

https://tokopedia.link/SeINxv53Spb