Dalil mudhari dihukumi mu’rab

Seperti yang telah di ketahui, bahwa hukum kalimat fi’il menurut ilmu nahwu terbagi dua, yaitu mu’rab dan juga mabni. Adapun fi’il yang hukumnya mu’rab ialah fi’il mudhari yang huruf akhir pada mudhari tidak bertemu dengan apapun. Untuk Dalil mudhari dihukumi mu’rab, yaitu pada kitab alfiyah, dalam bait;


واعربوا مضارعا إن عريا
من نون التوكيد مباشر ومن*نون إناث كيرعن من فتن

Dalil mudhari dihukumi mu'rab

Bait tersebut menjelaskan, bahwa fi’il mudhari dalam hukum nya ialah mu’rab, jika fi’il mudhari tersebut tidak bertemu dengan nun taukid mubasir. Dan juga nun jamak muannas, contoh seperti ينصر, untuk hukum nya, lafadz tersebut ialah mu’rab. Sebab lafadz tersebut (ينصر) kosong dari nun taukid mubatsir, dan juga nun jamak muannas.

Namun jika fi’il Mudhari bertemu dengan nun taukid mubatsir, atau nun jamak muannas, maka hukum fi’il mudhari tersebut menjadi mabni. Contoh fi’il mudhari yang bertemu dengan nun taukid mubatsir, seperti هل تقومن, yang jadi contoh lafadz تقومن, lafadz tersebut termasuk dalam kategori Kalimat fi’il. Fi’il nya termasuk fi’il mudhari, untuk hukumnya lafadz tersebut, ialah di hukumi mabni. Sebab mudhari tersebut bertemu dengan nun taukid mubatsir, untuk mabni nya termasuk mabni sukun.

Contoh fi’il mudhari yang bertemu dengan nun jamak muannas, seperti يرعن من فطن, yang jadi contoh lafadz يرعن.

Untuk i’rabnya fi’il mudhari yang di hukumi mu’rab terbagi dua, yang pertama di i’rabi oleh huruf seperti ينصران, yang kedua ialah fi’il mudhari i’rabnya oleh harakat, contoh seperti ينصر.

Fi’il mudhari yang di i’rabi oleh harakat, dalam harakat nya terbagi 3, yaitu harakat dhammah, seperti ينصر, kemudian harakat Fathah. Dan juga harakat sukun, seperti لم ينصر, harakat dhammah menjadi tanda pada i’rab rafa’, kemudian Fathah menjadi tanda pada i’rab nashab. Selanjutnya harakat sukun menjadi tanda pada i’rab jazm.

Dalil mudhari dihukumi mu’rab

Di antara dalilnya yang di pakai buat sandaran, bahwa fi’il mudhari hukumnya mu’rab, ialah dalam kitab alfiyah, dalam bait واعربوا مضارعا.. كيرعن من فتن.

https://tokopedia.link/1SR1e3wZpqb

Mabni fa’il mudhari nakis

Fi’il nakis, atau mu’tal lam termasuk dalam fi’il ghair Salim. Untuk tashrifan nya sama seperti fi’il salim yaitu ada 10 tashrifan. Namun yang akan di bahas di artikel ini tashrifan nomor kedua yaitu Tashrifan fi’il mudhari. Juga yang di maksud di sini ialah Mabni fa’il mudhari nakis, juga fi’il mudhari mabni fa’il dari fi’il mu’tal lam terbagi 2. Yang pertama ialah mudhari mu’tal lam wau, seperti يَغزُوْ, yang kedua ialah mu’tal lam ya, seperti يَرْمِيْ.

Mabni fa'il mudhari nakis

Penjelasan Mabni fa’il mudhari nakis menurut kitab Sharaf alkaelani.

Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya bahwa mudhari mabni fa’il dari mu’tal lam terbagi 2. Yaitu mu’tal lam wau, dan ya.

Contoh tashrifan fi’il mudhari mabni fa’il dari mu’tal lam wau seperti;

ْيَغْزُوْ يَغْزُوَانِ يَغْزُوْنَ تَغْزُوْ تَغْزُوَانِ يَغْزُوْنَ تَغْزُوْ تَغْزُوَانِ تَغْزُوْنَ تَغْزِيْنَ تَغْزُوَانِ تَغْزُوْنَ اَغْزُوْ نَغْزُوْ

Dalam contoh tashrifan mu’tal lam wau mabni fa’il tersebut, ada 2 lafadz yang sama. Namun dalam takdir nya berbeda, yaitu lafadz jamak mudzakar mukhatab “تغزون”. Dan juga jamak muannas mukhatabah “تغزون”.

Untuk takdir jamak mudzakar mukhatab ialah wazan يَفْعُوْنَ, yaitu di buang lam fi’il nya. Yang tidak di buang ialah wau yang menjadi tanda pada jamak, jadi takdir dari pada contoh tersebut ialah تغزوون. Kemudian takdir jamak muannas mukhatabah ialah wazan يَفْعُلْنَ, jadi yang di buang ialah wau tanda jamak nya.

Contoh tashrifan fi’il mudhari mabni fa’il dari mu’tal lam ya seperti;

ْْيَرْمِيْ يَرْمِيَانِ يَرْمُوْنَ تَرْمِيْ تَرْمِيَانِ يَرْمِيْنَ تَرْمِيْ تَرْمِيَانِ تَرْمُوْنَ تَرْمِيْنَ تَرْمِيَانِ تَرْمِيْنَ اَرْمِيْ نَرْمِيْ

Contoh tashrifan tersebut (fi’il mudhari mu’tal lam ya, mabni fa’il) sama seperti mu’tal lam wau, yaitu ada 2 Lafadz yang bentuknya sama. Namun takdir, dan juga ma’na berbeda, yaitu lafadz ترمين, yang pertama untuk jamak mudzakar mukhatab.

Kemudian yang kedua ialah jamak muannas mukhatabah. Adapun perbedaan antara jamak mudzakar mukhatab, dan juga jamak muannas mukhatabah ialah, jika jamak mudzakar mukhatab yang di buang nya yaitu lam fi’il nya. Namun jika jamak muannas mukhatabah yang di buang nya ialah huruf tanda jamak nya.

Mudhari dari mu’tal a’in

Di antara tashrifan mu’tal a’in (dzutsalaasah atau fi’il ajwaf) yaitu tashrifan fi’il mudhari. Untuk tashrifan fi’il Mudhari dari mu’tal a’in, entah itu mu’tal a’in wau, atau pun lam sama seperti Tashrifan fi’il salim. Yaitu ada 14 tashrifan, 2 untuk mutakalim wahdah dan mutakhir ma’alghair, kemudian 6 untuk mukhatab, mukhatabah. Kemudian 6 untuk ghaib, entah itu mudzakar atau pun muannas.

Mudhari dari mu'tal a'in

Penjelasan Mudhari dari mu’tal a’in menurut kitab alkaelani.

Tashrifan mu’tal a’in terbagi 2 yaitu mu’tal a’in wau seperti يقول, dan ya seperti يبيع. Di antara mu’tal a’in wau dan juga ya masing-masing terbagi 2 yaitu mabni fa’il dan juga mabni maf’ul.

Contoh fi’il mudhari dari ajwaf yang mabni fa’il seperti tadi yaitu يَقُوْلُ, termasuk dalam kategori dhammah a’in mudhari nya. Asal lafadz tersebut ialah يَقْوُلُ, kemudian harakat dhammah pada huruf و di pindahkan ke huruf sebelumnya jadi di baca يَقُوْلُ.

Untuk mabni maf’ul nya ialah lafadz يُقَالُ, asal nya يُقْوَلُ, kemudian harakat wau pindahkan ke huruf ق, setelah membuang harakat huruf ق. Jadi ُيُقَول, kemudian huruf wau nya di tukar kan pada huruf Alif, agar munasabah sama harakat yang ada sebelumnya yaitu Fathah.

Contoh mudhari mu’tal lam ya yang mabni fa’il seperti ُيَبِيْع, asal nya ُيَبْيِع, kemudian harakat huruf ya pindahkan pada huruf sebelumnya, jadi يَبِيْع.

Kemudian untuk mabni maf’ul nya dari mu’tal a’in ya seperti يُبَاعُ, asal nya يُبْيَعُ, kemudian pindah kan harakat huruf ya pada huruf sebelumnya. Yaitu huruf ب, kemudian jadi يُبَيْعُ, selanjutnya tukar huruf ya tersebut pada alif. Karena supaya munasabah dengan harakat sebelumnya yaitu harakat Fathah yang ada pada huruf ب jadi di baca يُبَاعُ.

Misal tashrifan fi’il mudhari dari fi’il ajwaf wau seperti;

يقول يقولان يقولون تقول تقولان يقلن تقول تقولان تقولون
تقولين تقولان تقلن اقول نقول

Tashrifan mudhari dari fi’il ajwaf ya seperti;

يبيع يبيعان يبيعون تبيع تبيعان يبعن تبيع تبيعان تبيعون تبيعين تبيعان تبعن ابيع نبيع

https://infosepakbola.my.id/

Jawazim merubah bentuk mudhari

Di antara a’mil yang masuk pada fi’il mudhari selain A’mil nawasib, ada juga a’mil jawazim. Ketika fi’il mudhari di masuki a’mil jawazim, maka a’mil Jawazim merubah bentuk mudhari. Entah perubahan pada i’rabnya, seperti lafadz ُيَنْصُر, sebelum di masuki a’mil jawazim i’rabnya rafa’. Namun setelah di masuki a’mil jawazim maka i’rabnya menjadi jazm, contoh seperti ْلَم يَنْصُرْ, yang jadi tanda jazm nya sukun pada huruf ر. Atau pun perubahan pada lafadz seperti لَمْ يَقُمْ, lafadz يقم, sebelum di masuki a’mil jawazim asal nya يَقُوْمُ.

Jawazim merubah bentuk mudhari

Penjelasan Jawazim merubah bentuk mudhari.

Fi’il mudhari yang 14 tashrifan dalam i’rabnya ketika di masuki a’mil jawazim, maka i’rabnya terbagi 2. Yang pertama ialah i’rab harakat yang jumlah nya ada 3 yaitu;
1.mufradz, entah itu mudzakar ghaib atau mukhatab, atau pun mufrad muannas ghaibah atau mukhatab.

2.fi’il mudhari yang ma’na nya menunjukkan pada mutakalim wahdah seperti لم أنصر.

3.fi’il mudhari mutakalim ma’alghair contoh seperti لم ننصر.

Nah yang 3 ini untuk i’rab harakat nya termasuk harakat sukun. Terus yang di maksud dengan tashrifan Fi’il di sini adalah fi’il selain mu’tal lam.

Adapun untuk tanda jazm dari pada fi’il mudhari mu’tal akhir ialah hadaf. Contoh seperti يرمي, di masuki a’mil jawazim menjadi لم يرم, huruf ي (ya) yang akhir setelah huruf ر.

Kemudian yang kedua untuk i’rab tashrifan Fi’il mudhari yang 14 yang di masuki a’mil jawazim ialah i’rab huruf. Untuk tanda jazm ialah hadaf nun, fi’il mudhari yang di tandai jazm nya dengan hadaf nun ada 3 yaitu;
1.fi’il mudhari yang ma’na nya menunjukkan pada tasniyah, entah itu mudzakar ghaib. Atau mukhatab, atau pun tasniyah muannas ghaibah atau juga tasniyah muannas mukhatabah.

2.fi’il mudhari ma’na jamak mudzakar, entah itu ghaib atau pun mukhatab contoh seperti لم ينصروا، لم تنصروا.

3.yang terakhir fi’il mudhari yang di tandai jazm nya dengan hadaf nun ialah fi’il mudhari mufrad muannas mukhatabah. Contoh seperti لم تنصري.

https://infosepakbola.my.id/

A’mil nawasib merubah mudhari

Ketika fi’il mudhari di masuki a’mil nawasib, maka A’mil nawasib merubah mudhari. Entah itu perubahan pada ma’na atau pun pada i’rab atau pada lafadz.

Contoh a’mil nawasib yang merubah pada i’rab Fi’il mudhari seperti لن ينصر, lafadz ينصر, sebelum di masuki a’mil nawasib i’rabnya rafa’. Namun ketika lafadz fi’il mudhari tersebut di masuki a’mil nawasib. Maka i’rabnya berubah menjadi nashab, yang tanda nashab nya oleh Fathah.

Contoh fi’il mudhari yang berubah pada lafadz ketika di masuki seperti لن ينصرا. Lafadz ينصرا sebelum di masuki a’mil nawasib ينصران. Namun setelah di masuki a’mil nawasib menjadi لن ينصرا, nun nya di buang.

Penjelasan A’mil nawasib merubah mudhari.

Fi’il mudhari yang shakhih akhir atau fi’il Salim dalam hukum nya mu’rab menurut ilmu nahwu. Adapun i’rabnya termasuk i’rab harakat, untuk i’rabnya terbagi 3 yaitu i’rab rafa’, nashab, dan juga i’rab jazm. Namun Pembahasan kali ini membahas tentang i’rab nashab, atau fi’il mudhari yang di masuki a’mil nawasib. Selain i’rab harakat, fi’il mudhari ketika di nashabkan untuk i’rabnya ada yang termasuk i’rab huruf.

Ada 3 tashrifan Fi’il mudhari atau lafadz fi’il mudhari yang i’rabnya harakat;
1.lafadz mufrad, yang di maksud mufrad di sini ialah 4 hal, yaitu; mufrad mudzakar ghaib, terus mudzakar mukhatab. Selanjutnya muannas ghaibah, terus muannas mukhatabah.

2.lafadz fi’il mudhari yang ma’na nya menunjukkan pada mutakalim wahdah seperti أنصر.

3.lafadz fi’il mudhari yang ma’na menunjukkan pada ma’na mutakalim ma’alghair, contoh seperti ننصر.

Selanjutnya fi’il mudhari yang i’rabnya huruf ada 3 yaitu fi’il mudhari yang ma’na nya menunjukkan pada tasniyah. Entah itu mudzakar ghaib contoh seperti ينصران, atau mukhatab contoh seperti تنصران terus entah itu muannas ghaibah atau pun muannas mukhatabah. Selanjutnya fi’il mudhari yang ma’na nya menunjukkan pada jamak mudzakar entah itu mudzakar ghaib seperti ينصرون atau mukhatab contoh seperti تنصرون. Kemudian fi’il mudhari yang ma’na nya menunjukkan pada mufrad muannas mukhatabah seperti تنصرين.

https://infosepakbola.my.id/

A’mil yang masuk mudhari

Ada 3 A’mil masuk pada mudhari, atau fi’il mudhari suka di masuki oleh 3 a’mil ini yaitu a’mil nawasib. Terus a’mil jawazim dan juga a’mil yang tidak merubah pada bentuk lafadz mudhari yaitu lafadz ما dan juga لا, yang ma’na nahyi.

Adapun a’mil nawasib dan juga a’mil jawazim ketika masuk pada Fi’il mudhari. Maka a’mil tersebut merubah pada bentuk fi’il mudhari nya. Contoh a’mil jawazim yang masuk pada fi’il mudhari seperti لَمْ يَنْصُرْ, asal nya يَنْصُرُ. Misal a’mil jawazim yang masuk pada lafadz fi’il mudhari seperti لَنْ يَنْصُرَ, sebelum di masuki a’mil nawasib يَنْصُرُ.

Jumlah 3 A’mil masuk pada mudhari menurut kitab alkaelani.

Yang di maksud 3 a’mil di sini ialah a’mil nawasib, a’mil jawazim, dan juga huruf nahyi. Ketika a’mil nawasib masuk pada kalimat fi’il mudhari maka bentuk dari pada fi’il mudhari tersebut menjadi berubah.

Entah itu berubah secara i’rab atau pun berubah huruf nya, contoh yang i’rab fi’il mudhari yang berubah ketika di masuki a’mil nawasib. Seperti tadi yaitu لَنْ يَنْصُرَ, yang menjadi berubah pada i’rabnya ialah i’rab nashab. Asalnya lafadz tersebut i’rabnya rafa’ yaitu lafadz nya يَنْصُرُ, terus i’rabnya berubah menjadi i’rab nashab, karena di masuki lafadz لَنْ.

Contoh yang berubah pada huruf seperti لَنْ يَنْصُرَا, asal dari pada lafadz tersebut ialah يَنْصُرَانِ. Adapun huruf yang berubah pada lafadz tersebut ialah huruf nun, sebelum di masuki a’mil nawasib huruf nun tersebut ada. Namun ketika di masuki a’mil nawasib maka huruf nun tersebut menjadi hilang karena di buang.

Selanjutnya ketika fi’il mudhari di masuki a’mil jawazim maka fi’il mudhari tersebut berubah. Misal fi’il mudhari sebelum di masuki a’mil nawasib seperti ُيَنْصُر, i’rab nya termasuk i’rab rafa’. Namun jika lafadz tersebut di masuki a’mil jawazim, di baca لَمْ يَنْصُرْ. Maka i’rab lafadz tersebut berubah menjadi i’rab jazm, untuk tanda jazm nya sukun. Sebab lafadz tersebut termasuk fi’il mudhari shakhih akhir.

Terus ketika fi’il mudhari di masuki huruf yang ma’na Nafi, maka dalam bentuk fi’il mudhari nya tidak ada yang berubah. Adapun yang berubah adalah ma’na nya saja, untuk huruf yang memiliki ma’na nafi ada 2 yaitu huruf ما dan juga huruf لا.

https://infosepakbola.my.id/

Tashrifan fi’il mudhari rubai’, dan khumasyii, dan juga sudasi

Yang di maksud Tashrifan fi’il mudhari rubai’ ialah fi’il yang huruf nya 4. Yang jumlah nya ada 2 yaitu tsulatsi Mazid bagian pertama. Dan juga rubai’ mujarrad.

Terus yang di maksud dengan fi’il khumatsi ialah fi’il yang jumlah huruf Nya ada 5, yang termasuk fi’il khumatsi ialah tsulatsi Mazid bagian kedua. Dan juga Fi’il rubai’ mazid bagian pertama.

Terus yang di maksud dengan sudasi ialah fi’il yang jumlah huruf nya 6 yaitu tsulatsi Mazid bagian ketiga. Dan juga rubai’ mazid bagian kedua.

Tashrifan fi'il mudhari rubai'

Tashrifan fi’il mudhari rubai’ mabni fa’il dan juga mabni maf’ul nya.

Untuk tashrifan mabni fa’il mudhari rubai’ (tsulatsi Mazid bagian pertama dan rubai’mujarrad) itu huruf tanda mudhari nya di dhammah kan. Dan juga harakat huruf sebelum akhir di kashrah kan, contoh tsulatsi Mazid bagian pertama seperti يُفَرِّحُ. Contoh mabni fa’il rubai’ mujarrad seperti يُدَحْرِجُ.

Kemudian untuk tanda mabni maf’ul dalam tashrifan mudhari rubai’ ialah di dhammah kan huruf tanda mudhari nya. Dan juga di Fathah kan harakat huruf sebelum huruf akhir. Contoh seperti يُفَرَّحُ, yang jadi tanda mudhari pada lafadz tersebut ialah huruf ي (ya), harakat nya harus di dhammah kan. Terus huruf sebelum akhir ialah huruf ر.

Tashrifan mabni fa’il dan maf’ul fi’il mudhari khumasyii, dan juga sudasi.

Tashrifan mabni fa’il dari pada fi’il mudhari khumatsi (tsulatsi Mazid bagian kedua, dan rubai’ mazid bagian pertama). Untuk mabni fa’il nya ialah di Fathah kan harakat huruf awal, yaitu huruf yang menjadi tanda pada fi’il mudhari. Contoh seperti يَجْتَمِعُ، يَحْرَنْجِمُ. Terus untuk tanda mabni maf’ul nya ialah di dhammah kan huruf awal yaitu huruf yang menjadi tanda pada fi’il mudhari. Dan juga di Fathah kan harakat huruf sebelum huruf akhir, contoh seperti يُجْتَمَعُ، يُحْرَنْجَمُ.

Kemudian untuk mabni fa’il dan juga mabni maf’ul fi’il mudhari sudasi, itu sama seperti fi’il mudhari khumatsi. Yaitu tanda mabni fa’il di Fathah kan huruf awal, terus untuk mabni maf’ul nya di dhammah kan. Dan huruf sebelum huruf akhir dalam harakat nya di Fathah kan. Contoh mabni fa’il seperti يَسْتَخْرِجُ, contoh mabni maf’ul nya يُسْتَخْرَجُ.

https://infosepakbola.my.id/

Fi’il mudhari diawali ta

Untuk fi’il mudhari yang fi’il madhi nya di awali dengan ta. Maka ketika kumpul 2 huruf “ta” dalam fi’il mudhari nya. Untuk huruf “ta” bisa di buang salah satu nya. Dan bisa juga di tetapkan kedua nya, contoh huruf ta pada fi’il mudhari yang di buang salah satu nya seperti تَصَدٌَى, asal nya تَتَصَدٌَى. Contoh fi’il mudhari yang kumpul 2 huruf “ta” yang di tetapkan kedua nya seperti تَتَدَخْرَجُ. Adapun jumlah Fi’il mudhari diawali ta itu ada pada rubai’ Mazid bagian pertama.

Fi'il mudhari diawali ta

Penjelasan Fi’il mudhari diawali ta menurut kitab alkaelani.

Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya bahwa ketika kumpul 2 huruf ta pada Fi’il mudhari maka bisa di buang salah satu ta nya. Dan juga bisa di tetapkan kedua nya. Yang di maksud fi’il mudhari di sini ialah fi’il mudhari yang ada pada rubai’Mazid bagian pertama.

Dan juga pada tashrifan fi’il mudhari tsulatsi mazid bagian kedua, untuk wazan fi’il mudhinya ialah تَفَعَّلَ, dan juga تَفَاعَلَ. Terus untuk wazan fi’il madhi rubai’mazid bagian pertama yang di buang salah satu ta nya pada fi’il mudhari nya, ialah wazan تَفَعْلَلَ.

Adapun jumlah lafadz fi’il mudhari yang kumpul 2 ta itu ada pada 5 Lafadz fi’il mudhari yaitu;

1.wazan تَتَفَعَّلُ،تَتَفَاعَلُ, dan juga تَتَفَعْلَلُ, yang di maksud ialah lafadz Fi’il mudhari yang ma’na nya menunjukkan pada mufrad. Entah itu mufrad muannas ghaibah contoh mauzun seperti تتكسّر، تتباعد، تتدخرج, atau pun yang menunjukkan ma’na mufrad mudzakar mukhatab.

2.wazan تَتَفَعَّلَانِ، تَتَفَاعَلَانِ، تَتَفَعْلَلَانِ, yang di maksud dengan wazan tersebut ialah setiap fi’il mudhari yang ma’na nya menunjukkan pada tasniyah. Untuk tasniyah nya, entah itu tasniyah muannas ghaibah, atau muannas mukhatabah, atau pun tasniyah mudzakar mukhatab.

3.wazan تَتَفَعَّلْنَ، تَتَفَاعَلْنَ، تَتَفَعْلَلْنَ, yang di maksud ialah ma’na jamak muannas, entah itu ghaibah ataupun mukhatabah.

4.wazan تَتَفَعَّلُوْنَ، تَتَفَاعَلُوْنَ، تَتَفَعْلَلُوْنَ, yang di dengan lafadz tersebut ialah setiap fi’il mudhari yang ma’na nya menunjukkan pada jamak mudzakar mukhatab.

5.yang terakhir wazan fi’il mudhari yang ma’na nya menunjukkan pada mufrad muannas mukhatabah, wazan nya تَتَفَعَّلِيْنَ، تَتَفَاعَلِيْنَ، تَتَفَعْلَلِيْنَ.

Untuk khaidah fi’il mudhari yang kumpul 2 ta yang bisa di buang salah satu ta nya ialah pada kitab alkaelani yaitu
إذا اجتمع تاءان فى أول مضارع تفعل وتفاعل وتفعلل فيجوز اثباتهما ويجوز حذف أحدهما

https://infosepakbola.my.id/

Fi’il mudhari tsulatsi mazid

Untuk tashrifan Fi’il mudhari tsulatsi mazid sama dengan fi’il mudhari tsulatsi mujarrad yaitu dalam mabni maf’ulnya. Adapun untuk mabni fa’il antara tsulatsi mujarrad dan juga tsulatsi mazid itu beda.

Jika mabni fa’il mudhari tsulatsi mujarrad itu di Fathah kan huruf tanda mudhari nya. Namun jika mudhari tsulatsi mazid untuk tanda mabni fa’il nya ialah di dhammah tanda mudhari nya, dan di kashrah kan huruf sebelum akhir.

Yang di maksud mudhari tsulatsi mazid yang Mabni fa’il nya berbeda dengan tsulatsi mujarrad ialah tsulatsi mazid bagian pertama.

Sebab tsulatsi mazid terbagi 3 bagian. Adapun untuk bagian kedua dan ketiga tsulatsi mazid dalam fi’il mudhari mabni fa’il nya sama seperti tsulatsi mujarrad.

Tashrifan Fi’il mudhari tsulatsi mazid dalam kitab alkaelani.

Untuk tashrifan mudhari mabni fa’il dalam tsulatsi mazid bagian pertama itu beda dari yang lain yaitu di dhammah kan huruf tanda mudhari nya. Dan juga di kashrah kan huruf sebelum akhir, contoh seperti يُكْرِمُ.

Adapun untuk tanda mabni fa’il fi’il mudhari selain bagian pertama dalam tsulatsi mazid itu di Fathah kan huruf tanda mudhari nya. Contoh seperti يَجْتَمِعُ.

Contoh tashrifan mudhari mabni fa’il tsulatsi mazid;
يُكْرِمُ، يُكْرِمَانِ، يُكْرِمُوْنَ، تُكْرِمُ، تُكْرِمَانِ، يُكْرِمْنَ، تُكْرِمُ، تُكْرِمَانِ، تُكْرِمُؤنَ، تُكْرِمِيْنَ، تُكْرِمَانِ، تُكْرِمْنَ، اُكْرِمُ، نُكْرِمُ

Adapun tanda dari pada fi’il mudhari mabni maf’ul ialah di dhammah kan huruf tanda mudhari nya, dan juga di Fathah kan huruf sebelum akhir. Contoh seperti تُكْرَمُ, contoh tashrifan mudhari mabni maf’ul tsulatsi Mazid
يُكْرَمُ، يُكْرَمَانِ، يُكْرَمُوْنَ، تُكْرَِمُ، تُكْرَمَانِ، يُكْرَمْنَ، تُكْرَمُ، تُكْرَمَانِ، تُكْرَمُؤنَ، تُكْرَمِيْنَ، تُكْرَمَانِ، تُكْرَمْنَ، اُكْرَمُ، نُكْرَمُ

Untuk huruf jaidah pada bagian pertama cuma 1 contoh seperti أكرم, huruf jaidah nya Hamzah. Kemudian bagian kedua 2 huruf contoh seperti أجتمع, huruf jaidah nya Hamzah dan juga ta antara fa fi’il dan a’in fi’il.

Selanjutnya jumlah huruf jaidah pada bagian tsulatsi mazid bagian ketiga ada 3 huruf. Contoh seperti استخرج, yang jadi huruf jaidah nya Hamzah, Shin, dan juga huruf ta.

https://infosepakbola.my.id/

Fi’il mudhari tsulatsi mujarrad

Seperti yang telah di ketahui sebelumnya bahwa tashrifan fi’il tsulatsi mujarrad terbagi menjadi 3 yaitu dhammah ai’n fi’il madhi. Terus Fathah a’in fi’il madhi nya, dan juga kashrah a’in fi’il madhi, namun jika di hitung babnya ada 6. Namun yang akan di bahas di sini ialah membahas tashrifan Fi’il mudhari tsulatsi mujarrad.

Untuk fi’il mudhari nya sama seperti Fi’il madhi nya yaitu terbagi menjadi 3 bagian yaitu dhammah a’in fi’il mudhari. Dan Fathah a’in fi’il mudhari, terus juga kashrah a’in fi’il mudhari.

Contoh yang dhammah a’in mudhari nya seperti يَنْصُرُ. Contoh yang kashrah seperti يَضْرِبُ, contoh fi’il mudhari yang Fathah a’in fi’il mudhari nya seperti يَفْتَحُ.

Fi'il mudhari tsulatsi mujarrad

Tashrifan Fi’il mudhari tsulatsi mujarrad menurut kitab alkaelani.

Perbedaan antara fi’il mudhari mabni fa’il dan juga mabni maf’ul tsulatsi mujarrad ialah. Jika fi’il mudhari mabni fa’il maka harakat huruf tanda mudhari nya di Fathah kan, contoh seperti يَنْصُرُ, yang jadi tanda fi’il mudhari pada lafadz tersebut ialah huruf “ya”, maka untuk harakat huruf “ya” di Fathah kan.

Namun jika fi’il mudhari nya termasuk mabni maf’ul maka untuk tanda mabni maf’ul nya ialah di dhammah kan huruf tanda mudhari nya dan juga di Fathah kan harakat huruf sebelum huruf akhir. Contoh seperti ُيُنْصَر.

Untuk tashrifan nya memiliki masing-masing 14 tashrifan yaitu 2 untuk mutakalim, yang di maksud di sini ialah mutakalim wahdah. Contoh seperti أنصر, dan juga mutakalim ma’alghair, contoh seperti ننصر. Terus untuk ghaib 6 yaitu ينصر، ينصران،ينصرون، تنصر، تنصران،ينصرن, dan juga untuk mukhatab 6. Seperti تنصر، تنصران، تنصرون، تنصرين، تنصران، تنصرن, jadi mabni fa’il memiliki 14 tashrifan, mabni maf’ul juga memiliki 14 tashrifan.

Adapun fi’il madhi yang Fathah a’in nya, untuk bentuk fi’il mudhari nya memiliki 3 bentuk yaitu dhammah a’in mudhari. Dan juga kashrah a’in fi’il mudhari, terus Fathah a’in fi’il mudhari nya.

Selanjutnya untuk fi’il madhi yang kashrah a’in fi’il madhi nya, untuk fi’il mudhari nya memiliki 2 bentuk fi’il mudhari. Yang pertama kashrah a’in fi’il mudhari nya, dan juga Fathah a’in fi’il mudhari nya.

Kemudian ketika a’in fi’il madhi nya di dhammah kan maka untuk bentuk fi’il mudhari nya cuma satu yaitu dhammah a’in fi’il mudhari.

https://infosepakbola.my.id/